3 Jenis Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan Untuk Pemula

Jenis Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan Untuk Pemula

Saat ini berinvestasi sudah menjadi sebuah hal yang penting. Kenapa penting? Karena investasi bisa digunakan untuk memenuhi tujuan keuangan jangka pendek ataupun jangka panjang di masa yang akan datang, mengingat berbagai macam risiko dalam segi keuangan yang dapat terjadi kapan saja.

Beragam jenis produk investasi jangka pendek pun sudah banyak tersedia di pasar modal, seperti deposito, peer to peer lending, reksa dana dan lain sebagainya. Pada jenis investasi inilah kamu bisa mendapatkan imbalan keuntungan yang bisa kamu rasakan di masa yang akan datang.

Tapi sebelum itu, ketahui dulu investasi terbaik untuk pemula apa saja yang paling menguntungkan untuk sebagai pemula yang mau mencoba berinvestasi.

1. Deposito

Deposito merupakan salah satu produk atau instrumen investasi yang dimiliki oleh suatu perbankan dengan tujuan untuk menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan beberapa ketentuan yang berlaku. Biasanya, deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang sudah disepakati antara nasabah dan perbankan.

Jangka waktu yang ditentukan biasanya 3 bulan, 6 bulan hingga 12 bulan. Jika kamu mencairkan sebelum jatuh tempo maka akan aada risiko terkena penalti atau denda yang harus kamu bayarkan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

2. Reksa Dana

Dianggap sebagai salah satu jenis investasi jangka pendek yang likuid dan praktis, cara pengelolaan reksa dana pun juga terbilang simpel karena bisa dilakukan sendiri oleh investor. Pada umumnya ada berbagai macam jenis reksa dana, diantaranya reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Tentunya setiap jenis reksa dana memiliki fluktuasi pergerakan harga serta risiko yang ditanggung pun berbeda-beda. Tinggal pilih saja mana yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan investasi kamu.

3. Peer to Peer (P2P) Lending

Meskipun terbilang salah satu produk investasi 100 ribu profit harian yang masih baru, namun peer to peer lending ini telah menjadi investasi populer yang mulai banyak diminati masyarakat. Meskipun memiliki risiko terlalu besar yang ditanggung oleh pihak investor karena tidak bernaung langsung di bawah lembaga keuangan resmi milik pemerintah.

Namun besaran imbal hasil yang cukup tinggi justru bisa menjadi pertimbangan para investor. Karena berbeda dengan investasi jangka pendek seperti deposito yang imbal hasilnya di bawah 10%, rata-rata P2P Lending ini bisa memberikan keuntungan hingga lebih dari 15%.

Jadi, sudah memutuskan investasi 100 ribu hasilkan jutaan rupiah mana yang kira-kira cocok buat kamu? Perlu kamu ketahui, setiap jenis produk investasi memiliki risiko yang berbeda-beda. Tergantung kamu mau memilih yang mana.

Pastikan juga investasi yang kamu pilih sudah sesuai dengan tujuan dan profil keuanganmu. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal sesuai dengan keinginan kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menghitung Rumus Luas dan Keliling Persegi Panjang